Wednesday, February 29, 2012

Sukses dan Gagal Itu Pilihan

Setiap hari kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan. Apa saja yang akan kita lakukan pada pagi hari? Sarapan, memilih baju, menyiapakan kendaraan, atau mengantarkan anak-anak ke sekolah.? Banyak pekerjaan yang menuntuk kita untuk menyelesaikannya secara bersamaan.
Mau memilih apa pun atau mau menjadi apa pun, kitalah yang bertanggung jawab memainkannya. Hanya kita yang bisa menciptakan ceritanya. 
 "Dan bahwasannya seseorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. " (QS An-Najm[53]:39)
Apakah yang dimaksud dengan sukses? Setiap orang memiliki paradigma berbeda mengenai kesuksesan karena memang tidak ada standar baku dalam mendefinisikannya. Namun secara sederhana, sukses bisa dikatakan sebagai sebuah keberhasilan atas tercapainya sesuatu yang telah ditargetkan. 
Allah menciptakan manusia berbeda dengan makhluk lainnya. Sebagai manusia, kita berbeda dengan tumbuhan, hewan, jin, atau malaikat karena kita diberi kebebasan memilih sukses atau gagal. 
Tentunya pilihan kita adalah sukses. Kita tidak diciptakan gagal. Jika kita gagal, itu pasti bukan kehendak Allah, melainkan kita tidak serius memompa potensi akal untuk memilih kebaikan atau keburukan.
Setiap orang dianugrahi kebebasan memilih dan memikirkan masa depannya. Tidak ada yang berani mengatur kehidupan pribadi dan masa depan seseorang. Hal itu sepenuhnya menjadi hak masing-masing. Memilih jenis hidup yang akan dijalani adalah hak yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap orang.
Keberanian sejati dari keberadaan kita adalah Tuhan berkarya melalui pikiran dan tangan kita. Gagal dan sukses adalah dua pilihan yang sangat bertolak belakang. Kita mungkin mengalami kegagalan pada suatu hari dan mengalami kesuksesan pada hari yang lain. Suatu saat kita mengalami kehilangan atau menerima penolakan. Namun, pada kesempatan lain tiba-tiba kita mendapatkan bonus dari perusahaan atau memenangi sebuah tender.
Selama kita berkarya, Kesuksesan dan kegagalan mewarnai produktivitas kita. Kedua hal tersebut tidak akan berarti lagi jika kita tidak melakukan apa-apa karena keputusasaan. Akhirnya, kita bagaikan mayat hidup yang terlihat ada, namun keberadaan kita tidak dapat dirasakan. 
Anda adalah diri Anda! Siapa pun Anda saat ini, atau siapa pun Anda pada masa mendatang, bergantung pada diri Anda sendiri untuk mewujudkannya. Hidup Anda saat ini merupakan hasil akumulasi dari pilihan, keputusan, dan tindakan untuk sampai pada titik ini.
Anda dapat menciptakan masa depan dengan mengubah perilaku. Anda dapat membua pilihan baru yang lebih konsisten dengan sosok yang Anda inginkan dan segala sesuatu yang ingin Anda selesaikan dalam hidup Anda. ***



» Jangan lupa dilike kalau bermanfaat.

4 Komentar:

outbound training di malang said...

kunjungan ..
salam sukses selalu ..:)

Sadeva Aldy Pratama said...

smua jg pasti mau sukses :D

Mas Hanif said...

@outbound : makasih gan....

@sadeva : hehehehe.... tau aja sih gan... :D

yusrandante said...

memang kehidupan kita, kita yang menentukan ALLAH hanya memberikan kita pilihan... kita sendiri yang memilihnya

Post a Comment